| No comment yet

Formula Sukses Berbisnis, Be Do Have

 

 

Dalam sebuah siaran radio, seorang pendengar bertanya pada Bapak Andrie Wongso ...
"Pak Andrie, team kita sedang bertanding di Olympiade Beijing. Apakah dengan memotivasi mereka, Indonesia bisa mendapat emas?".
Pak AW menjawab, "Dengan motivasi, semangat mereka bertambah. Tetapi jika ketrampilan belum mendukung, maka kita akan sulit memenangkan pertandingan!".
Ya, motivasi memang dapat meningkatkan semangat dan daya juang, tetapi tidak ketrampilan! Itu kenyataan hidup yang sering kita lupakan ...
Memang, terkadang kita sering menjadi salah paham, bahwa dengan mengikuti seminar, kita dapat menjadi hebat dalam berbisnis.
Pada saat kebenaran tiba, dan ternyata kemajuan tidak juga didapat, kita sering merasa kecewa, marah-marah dan menyalahkan sang Motivator.
Mark Victor Hansen dan Robert G. Allen, dalam karya kolosalnya yang berjudul, "One Minute Millionare", memberikan formula kesuksesannya.
Rumus sukses tersebut sangat sederhana, dan hanya terdiri dari tiga kata, yaitu:
Be x Do = Have. Be adalah sisi dalam kita, yang bersifat abstrak: termasuk didalamnya adalah pikiran, semangat, keyakinan dan lain-lain. Sisi inilah yang dibangkitkan oleh para Motivator..
Do adalah sisi ketrampilan kita, segala sesuatu yang berbentuk kata kerja; berlatih, berkunjung ke pelanggan, menelepon, melakukan etc ... Ini harus kita dapatkan sendiri melalui tindakan dan evaluasi terus menerus ...
Lalu, bagaimana dengan HAVE nya?
Nah, jika kita dapat melakukan segala pekerjaan dengan trampil (DO), ditambah dengan semangat dan daya juang yang tinggi (BE), bukankah kelimpahan (HAVE) akan mudah didapat?
See You At The Top
| No comment yet

Bagaimana Meraih Target Kita

 

 

 

Sebagai seorang yang bergerak di bidang pemasaran kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya target. Target yang biasanya diberikan oleh pimpinan kepada kita dimana mau tidak mau kita harus bisa memenuhinya,
Saya mulai serius menekuni bidang ini ketika “terpaksa”, dikondisikan saya diminta bantuan oleh Boss saya untuk memajukan usahanya sedangkan sayaboleh dibilang buta dalam hal ini karena basic saya adalah administrasi dan keuangan.
Dari nasehat-nasehat yang saya terima, dari membaca buku dan artikel (yang saya sempat-sempatkan membacanya) dan dari pengalaman dilapangan ada beberapa cara untuk mencapai target yang ditetapkan.
  1. Selalumenambah pengetahuan kita dari sisi manapun akan produk yang kita tawarkansehingga kita bisa memberi pengertian kepada konsumen, apa keunggulanproduk yang kita tawarkan dengan produk lain yang sejenis.
  2. Tidak bosan belajar dari siapasaja agar bisa maju.
  3. Selalumelebihkan target yang diberikan kepada kita. Semisal kita diberi targetmenjual 100 barang dalam sebulan maka kita harus mencatat bahwa target lebih dari 100. Tapi ingat untukawal-awal jangan terlalu tinggi dalam melebihkannya, yang rasional saja semisalmenjadi 110 barang.
  4. Selalucatat dan pantau perkembangan penjualan yang terjadi dari hari kehari,minggu ke minggu. Sehingga bila ada hambatan bisa cepat ditanggulangi.
  5. Memantau dan memotivasi pasaryang sudah ada agar selalu berkembang.
  6. Selalumencari peluang pasar baru, ingat jangan hanya mengandalkan satu duasumber pendapatan, dapatkan sebanyak-banyaknya.
  7. Selalu menjaga hubungan baikdengan para pelanggan kita siapapun dia, mulai dari konsumen langsung,agen sampai distributor.
  8. Perhatikan bulan-bulan “paceklik”bagi usaha anda, usahakan inovasi penuh jauh hari sebelumnya untukmengantisipasinya.
  9. Jaga kejujuran kita, kualitasproduk dan pelayanan yang kita berikan.
  10. Jangan lupa untuk selalu beribadahdan berdoa serta beramal.
Demikian pengalaman saya yang masih dalam taraf belajar dan benar-benar masih hijau dan bau kencur di rimba pemasaran ini, semoga bermanfaat.
Salam Sukses Buat Anda
| No comment yet

Change Your Attitude, Will Increase Your Income, If U Don’t Trust, Just Try It

 

 
Hai saya Ruby Herman saya ingin share tentang apa yang dikatakan oleh mentor saya yaitu kalau sukses punya tiga komponen, yaitu Kemampuan (kebisaan, pendidikan, kompetensi), Usaha (kerja keras, daya tahan), dan attitude. Jika salah satunya negatif, hasil akhirnya juga akan negatif. Bila demikian, percuma saja sekolah tinggi, kerja keras, dan network. Kalau attitude kita atas segala hal dalam hidup dan karier bisa dirangkaikan, itulah karakter. Tidak perlu terlalu berpikir panjang soal karakter. Jaga saja attitude kita sekarang, setiap saat, dan seterusnya.
Dalam hidup ini ada hal-hal yang bisa kita kendalikan, dan ada juga yang tidak, salah satu yang bisa kita kendalikan yaitu Attitude.
Yang ingin saya share yaitu bagaimana cara kita merubah attitude kita menjadi lebih baik atau positif demikian yang saya bisa share yaitu :
  1. Bersyukurpada Tuhan bagaimanapun keadaan saudara, dengan bersyukur berarti kitamengakui kelebihan kelebihan yang ada dalam diri kita You are what youthink you are and you will become what you think you will become.dengan melihat kelebihan dalam diri kita kita bisa membantu kekuranganorang lain. Semua Agama mengajarkan kebaikan.
  2. Punyamental memberi bantuan kepada yang membutuhkan serta mau membantu orang lain yang kesulitan. Contohnyaada orang tua yang ingin menyebrang, kita bisa membantunya.
  3. Bekerjakeras dan bekerja dengan Tulus, ketika kita bekerja dengan baik makasecara tidak langsung kita akan di sukai oleh rekan-rekan, atasan danbawahan, kita menjadi pribadi yang menarik bagi sekeliling lingkungankita.
  4. Jujurserta memiliki integritas. Gak gampang menjalani kehidupan dengankejujuran, tapi berusahalah semaksimal mungkin. Apabila kita melakukan sesuatumencerminkan siapa diri kita sebenarnya, jadi hati-hatilah dalammelangkah.
  5. Bertanggungjawab, apa yang bisa kamu lakukan hari ini jangan tunda , lakukan lahsekarang.
  6. Menjadiemosi kita, emosi boleh saja, asal pada tempatnya, jangan cepat terpancingoleh isu-isu yang tidak benar. Karena banyak orang sekarang ini suka sekali mengadu domba, membuatpolitik yang menjatuhkan seseorang.
  7. BerpikirPositif dalam keadaan apapun.Before action think several times. Usahakankeep positive
  8. Maumengalah untuk menang, sikap kita yang mau mengalah membuat kita dinilaiberhati besar.
 
Kendalikan apa yang bisa kita kendalikan,maka hidup kita bisa menjadi lebih baik.
| No comment yet

Capai Target Penjualan Dengan Mudah

 

 

 

Proses penjualan terjadi karena beberapa hal, bisa dari penawaran,promosi, dan lain-lain, apa saja yang dapat kita lakukan dalam melakukan proses menuju ke penjualan, serta kadang kita suka lupa melakukan atau menjalankannya :
  1. Canvassing sebuah prosesmenawarkan produk atau jasa anda serta Melakukan kunjungan ke pelanggan baik yang sudah dikenal maupun tidak di kenal berdasarkan atas route yang telah ditetapkan.Bisa juga dengan menyebarkan Flyer, semakin banyak kita menyebarkan danjuga target yang tepat , semakin banyak pula kita mendapat kesempatanuntuk jualan
  2. Menerima Tamu ( Walk In ) di kantor, dengancara datang lebih pagi karena beberapa kantor menerapkan giliranmendapatkan calon konsumen berdasarkan kehadiran kita. Dan biasanya jikaada tamu yang dating ke kantor kita biasanya sudah 75 % minat untukmembeli. semakin banyak kita menerima tamu, semakin banyak pula kitamendapat kesempatan untuk jualan 
  3. Menerima panggilan telepon ( Call In) , hampirsama dengan call in Cuma bedanya ini hanya bentuk panggilan telepon, yangberasal dari informasi di iklan,Flyer,Televisi dll. semakin banyak kita menerimatelpon, semakin banyak pula kita mendapat kesempatan untuk jualan
  4. Referensi marketing lain, kadang kita dapatmelakukan penjualan dari teman-teman marketing dari bidang lain, misalnyaAsuransi,Bank, Restorant,Travel Agent,Golf, Hotel dll. Semakin banyak kita menjalin hubungan dengan marketing-marketing lainmembuat jaringan kita semakin luas dan mendapatkan banyak peluang.
  5. Databaselama. Kadang ada juga klien-klien lama kita yang beberapa bulan lalu ditawarkanbelum berminat, mungkin sekarang ditawarkan lagi menjadi berminat dankembali membeli product dari anda. semakin banyak kita menelpon/menfollowup orang yang tepat, semakin banyak pula kita mendapat kesempatan untukjualan
  6. Program Buyer Get Buyer. Biasakan bila kitatelah menjual product kita, lalu kita menawarkan mungkin teman,keluarganyamau membeli product/jasa kita .
  7. Keluarga kita sendiri, siapa tau ada keluargakita juga tertarik menggunakan product dan jasa kita, atau mungkin bisadari teman keluarga kita
  8. Internet. Manfaatkan teknologi sebagai bagiandari penawaran product-product kita contohnya seperti Milis yahoo,Friendster, facebook dan lain-lain.
Kita diberikan waktu 24 jam, bagaimana kita bisa memaksimalkan waktu yang ada dan mencapai kapasitas maksimal. Karena setiap orang pasti sukses, apabila menginginkan dan memperjuangkannya
Demikian hal-hal yang membuat proses penjualan menjadi lebih banyak, dan target pun pasti tercapai, anda pun bahagia. Sukses untuk Anda
| No comment yet

Jenderal & Bebek

 

 

Seorang jenderal panglima perang beserta sisa pasukannya baru saja kembali dari medan pertempuran.Mereka terlihat sangat kelelahan dan nampak sebagian dari mereka terluka.Perjalanan mereka terhenti di sebuah sungai dan mereka pun beristirahat sejenak melepas lelah sambil mengobati prajurit yang terluka.Saat perjalanan akan dilanjutkan mereka harus menyeberangi sungai itu, air sungai nampak tenang dan membuat sang jenderal mencari-cari lokasi yang dianggapnya tepat untuk menyeberang.

Tak jauh dari tempat itu nampak seorang pengembala bebek, dan sang jenderal bertanya "Hey penggembala bebek, kami harus menyeberang sungai ini, tunjukkan disebelah mana tempat yang aman untuk kami menyeberangi sungai ini?"Si penggembala bebek tergopoh-gopoh berlari mendekati sang jenderal dan segera menunjukkan arah tak jauh dari tempatnya berdiri dimana bebek-bebeknya berada.

Sang jenderal segera menginstruksikan beberapa prajuritnya untuk menaiki kuda masing-masing dan masuk ke sungai ditempat yang ditunjukkan oleh si penggemabal bebek.Namun apa dinyana sesampai ditengah sungai, kuda yang berada di barisan paling depan terperosok dan penunggangnya terjatuh hingga nyaris hanyut terbawa arus sebelum akhirnya tertolong oleh rekan-rekan prajurit lainnya.

Sang jenderal sangat marah dan segera memerintahkan para prajuritnya menangkap si penggembala bebek dan bersiap untuk memenggal kepalanya."Hey anak muda, sungguh berani sekali kamu menyesatkan kami, hampir saja prajuritku mati gara-gara kamu" si penggembala bebek menangis ketakutan seraya memohon ampun, katanya terbata-bata "Ampun.. ampun.. Tuan.. sungguh saya tidak bermaksud mencelakakan Tuan"Sang jenderal makin geram dan berteriak "Kamu lihat sendiri, arah yang kamu tunjukkan adalah salah, sungai disana sangat dalam dan seekor kuda telah mati gara-gara kamu!"

"Ampun.. Tuan, ampun.. bukankah tadi di tempat itu bebek-bebek saya berenang dengan aman?"

Kali ini sang jenderal tertegun, sejenak berpikir lalu tersadarkan bahwa dirinya telah salah bertanya kepada orang yang tidak tepat.Serta merta dia memerintahkan prajuritnya untuk membebaskan si penggembala bebek itu.
| No comment yet

Semut dan Lalat

 

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta diatas sebuah tong sampah didepan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. “Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar” katanya.
Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka. 
 
Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan dan esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.
 
Tak jauh dari tempat itu nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua “Ada apa dengan lalat ini Pak?, mengapa dia sekarat?”.
 
“Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita” Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi ”Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? kenapa tidak berhasil?”.
 
Masih sambil berjalan dan memangggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab ”Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama”. Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya namun kali ini dengan mimik & nada lebih serius ”Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini”.
 
salam bijaksana,
| No comment yet

Dicari: Orang Bodoh

 


Ketika Anda membaca iklan lowongan kerja di koran, sedang iseng maupun sedang serius, Anda pasti melihat kata-kata yang tipikal. IPK biasanya di atas 2,75 bahkan ada yang minta di atas 3.
Semua orang yang memiliki nilai IPK setinggi itu akan bisa mendaftarkan diri pada lowongan kerja itu. Alasan untuk tidak melamar pekerjaan, paling hanya karena bidang pengetahuan tidak cocok atau lokasi kerja yang tidak disukai. Itu berarti yang dicari adalah orang dengan IPK tinggi. Itu berarti yang dicari adalah orang yang cukup pintar.

Sekarang mari kita tidak membatasi istilah pintar hanya di atas 2,75 sehingga kita tidak perlu menyatakan bahwa semua orang yang mendapatkan IPK di bawah 2,75 sebagai orang bodoh. Tetapi sering sekali kan ada orang pintar yang menyatakan, sekalipun dalam hati, bahwa ada orang lain yang dia katakan orang bodoh?

Nah, bayangkan Anda membuat iklan lowongan kerja di koran: mencari orang bodoh. Apakah ada orang yang akan melamar? Saya rasanya yakin sekali tidak ada orang yang akan menjawab iklan lowongan kerja tersebut. Mengapa ya?

Karena tidak ada orang yang ingin dibilang bodoh. Tidak ada orang yang merasa bodoh. Sehingga iklan lowongan kerja Anda akan sepi pelamar. Kalau demikian, mengapa sering kali ada orang yang menyatakan “pantas saja saya tidak dapat pekerjaan, karena saya kan bodoh” (atau dengan kata lain yang lebih halus seperti: saya kan tidak terlalu berpendidikan, pengetahuan saya kan kurang).

Toh pada kenyataannya, ketika secara resmi ada kesempatan untuk mengakui bodoh, tidak ada yang melamar. Pertama, mungkin banyak yang mengira bahwa iklan tersebut salah tulis (tetapi apa mungkin salah tulis kata: bodoh?). Ke dua, sangat tidak mungkin ada yang mau mengaku secara terbuka bahwa dirinya bodoh.

Atau bahkan Anda bukan yang memberi lowongan kerja, tetapi membaca satu lowongan kerja diiklankan. Apakah Anda akan melamar bila yang dicari oleh pemberi kerja adalah orang bodoh?

Wah, mana mungkin.
Iya, dong. Betapa menariknya fasilitas, gaji atau apapun yang ditawarkan lowongan kerja itu, saya yakin Anda tidak akan melamar, bila syarat yang diminta hanya: bodoh!

Mengapa begitu yakin?
Oh ya tentu saja. Sebaik apapun fasilitas dan gaji yang ditawarkan, beranikah Anda mengaku bahwa Anda bodoh? Tidak? Anda tidak berani mengaku bodoh?
Itulah masalahnya. Anda bukan tidak berani mengaku, karena Anda sebenarnya tidak mau dikatakan bodoh. Tetapi apakah Anda bodoh? Tidak. Anda cerdas. Sangat cerdas, karena Anda berhasil masuk ke situs ini, kan? Anda berhasil membaca lengkap tulisan ini kan? Jadi Anda sangat cerdas.

Justru saya yang bingung sekarang, mengapa Anda seringkali terlalu merendah dengan mengatakan pengetahuan Anda tidak baik, bahwa kepintaran Anda masih rendah, atau kata-kata seperti itu. Jelas-jelas Anda tidak bodoh, bahkan tidak mau dibilang bodoh, sehingga tidak mau melamar pekerjaan pada perusahaan yang mencari orang bodoh.

Benarkah Anda memang ingin menjadi semakin rendah? Kalau tidak demikian maka tidak ada gunanya untuk terlalu merendah. Ketika Anda dipuji, mengapa tidak berterima kasih saja. Sehingga tidak berkesan sombong.

Tetapi merendah terlalu berlebihan malam menjadi masalah baru bagi Anda. Sadarkah Anda bahwa apapun yang keluar dari mulut Anda, dapat menjadi doa?

Jadi sekarang Anda sudah percaya bahwa Anda cerdas? Oke, Anda tidak perlu melamar bila ada perusahaan mencari orang bodoh. Berarti Anda harusnya tidak mungkin kalah dong dalam kompetisi mendapatkan lowongan kerja tersebut?
Tidak, Anda sama sekali tidak bodoh. Hanya saja Anda tidak percaya bahwa seberapa cerdaspun Anda, selalu masih ada ruang, masih ada kesempatan untuk meningkatkan kecerdasan, kemampuan dan pengetahuan Anda.

Memang ada yang tidak percaya bahwa masih perlu menambah kecerdasan dan kemampuan serta pengetahuan? Wah itu kan kata Anda. Di sekitar kita, ternyata ada yang seperti itu.
Iya sih, saya sadar, tapi bagaimana cara meningkatkan kecerdasan, kemampuan, pengetahuan? Caranya tidak terlalu sulit, hanya pelaksanaannya yang seringkali dianggap sulit: Buku.
Mengapa sulit? Sebagian besar orang lebih suka melihat tulisan di antara gambar, seperti di majalah dan tabloid, dibanding satu gambar di antara rimba huruf seperti buku. Lebih seru lagi karena beberapa teman saya justru menjadikan buku sebagai obat tidur. Hebat ya? Kalau dia sulit tidur, maka dia ambil buku, baru baca satu baris, sudah tidur. Sangat mujarab.
Tetapi ironi sekali bagi Anda yang ingin menjadi lebih baik dengan meningkatkan kecerdasan, kemampuan, pengetahuan ya? Apa boleh buat, Anda yang ingin menjadi lebih baik, maka Anda yang perlu menjalankan cara yang tidak terlalu sulit itu.
Tetapi mengapa buku? Tidak bisa yang lain? Bisa, bisa sekali. Tetapi tidak akan terlalu detail ketika Anda justru membutuhkan informasi yang detil. Tetapi terlalu detail malah membuat Anda bosan membacanya. Jadi? Lihatlah di buku Instrumen Orang Sukses, tentang cara memilih buku.
Anda jelas bukan orang bodoh, tetapi selalu ada orang yang lebih cerdas dari saya, begitu pula selalu ada yang lebih cerdas dari Anda. Namun, bukan berarti karena ada orang lain yang lebih cerdas dari Anda, maka Anda berarti kehilangan kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik.
Anda pasti dapat yang terbaik, bila Anda menjadi lebih cerdas.