| No comment yet

How To Handle The Conflicts


"The harder the conflict, the more glorious the triumph. What we obtain too cheap, we esteem too lightly; it is dearness only that gives everything its value. I love the man that can smile in trouble, that can gather strength from distress and grow brave by reflection. 'This the business of little minds to shrink; but he whose heart is firm, and whose conscience approves his conduct, will pursue his principles unto death" Thomas Paine
 
Dimana ada unsur kepentingan, disana pasti terdapat / muncul konflik. Jika dibiarkan, keberadaan konflik ini akan semakin memburuk dan tidak tertutup kemungkinannya menuju ke arah destruktif. Konflik harus sesegera mungkin disikapi dan ditangani dengan solusi - solusi yang bijaksana, antara lain adalah dengan :
  1. MEET TOGETHER.
    Sadari dan yakini mereka bahwa dalam hal ini, tidak ada yang salah. Yang seharusnya diprioritas adalah kepentingan / tujuan bersama yang ingin dicapai. Segala pendapat / ide HARUS disatukan. Salah satu pihak HARUS mampu mengalah untuk mengutamakan kepentingan bersama. Munkgin saja di hari ini, pendapat / ide tersebut tidak sesuai / cocok diterapkan tetapi tidak tertutup kemungkinannya untuk diterapkan keesokan harinya atau lusa.
  2. SKILL.
    Kurangnya pelatihan yang intensif akan menyebabkan orang - orang tidak mengetahui secara pasti APA yang seharusnya diperbuat (* Job Description = kabur) sehingga apapun pekerjaan yang diperbuat, tidak akan fokus serta memberikan  hasil yang optimal. Kondisi ini, juga akan menimbulkan konflik antar departemen (* Saling curiga dan merasa tidak adil). Untuk mengatasi kondisi ini, pelatihan yang kesinambungan harus segera diadakan. Kondisi The Right Man On The Right Place harus ditegakkan.
  3. FACE THE REALITY.
    Setiap konflik yang timbul, harus dihadapi dan dicari solusinya. Lari dari kenyataan atau mengelak dari realita yang terjadi, bukanlah cara yang efektif dan bijaksana. Kondisi ini, akan semakin memperburuk/ memperparah kondisi konflik. Seyogianya, setiap konflik yang timbul, pertama - tama hadapilah dengan kedewasaan dan cari tahu penyebabnya. Setelah itu, analisa dan cari solusinya.
  4. WIN WIN SOLUTION.
    Setiap solusi pemecahan konflik, beri titik temu yang bisa diterima kedua belah pihak atau Win Win Solution. Jangan sampai terjadi, di satu pihak merasa di anak tirikan atau diperlakukan tidak adil. Persamaan persepsi sangat dibutuhkan dalam mengatasi konlik.
  5. COMPROMISE.
    Jika kedua belah pihak tetap ngotot dengan kebenaran masing - masing maka sistim kompromi bisa diterapkan. Melalui kompromi, kedua belah pihak akan saling mengalah untuk mendapatkan yang terbaik bagi masing - masing pihak.
  6. AUTHORITY.
    Jika konflik tidak bisa teratasi dengan baik dan cenderung menuju ke arah destruktif maka satu - satunya cara adalah dengan kekuatan wewenang. Cara ini, hanya digunakan sebagai pilihan akhir jika tidak ada alternatif lain, yang mana kedua belah pihak telah dead lock !
  7. CHARACTER.
    Untuk mengubah karakter orang - orang yang terlibat konflik, bukanlah hal yang mudah. Tetapi jika mampu menyadarkan dan menimbulkan pengertian yang benar terhadap mereka, pasti bisa tertangani dengan baik. Contoh kasus. : Jika si A mampu diberi pengertian yang benar akan bahaya dari merokok maka dia akan segera berhenti merokok.
  8. SYSTEM.
    Senantiasa evaluasi sistim yang digunakan saat ini, APAKAH masih relevan atau tidak (* Untuk diterapkan). Jika sistim cenderung menimbulkan konflik, segera diantisipasi dan diganti dengan yang baru, yang sesuai dengan keadaan / kondisi yang berlaku. Jangan ngotot dengan mengatakan bahwa sistim yang dulu = OK dan sekarang pasti = Ok pula. Segala sesuatunya, selalu mengalami perubahan / kedinamisan. Tidak ada yang keberadaannya selalu permanen.
  9. TEAMWORK. Sadari dan yakini bahwa konflik adalah awal dari kehancuran dan untuk sukses, hanya satu yang dibutuhkan yaitu teamwork yang solid dan kuat. Melalui teamwork selain beban pekerjaan akan semakin ringan, hasil yang dicapai juga akan semakin optimal.
"There are three ways of dealing with difference: domination, compromise, and integration. By domination only one side gets what it wants; by compromise neither side gets what it wants; by integration we find a way by which both sides may get what they wish" Mary Parker Follett.
| No comment yet

Positive Thinking Attitude


"Our attitudes control our lives. Attitudes are a secret power working twenty-four hours a day, for good or bad. It is of paramount importance that we know how to harness and control this great force" Tom Bland Realitanya, optimal tidaknya suatu hasil yang ingin dicapai, kitalah penentunya. Tetapi tidak semua orang "mampu" menerima kerealitaan ini atau mau menyadarinya. Umumnya, alih alih menyadari atau menerima kerealitaan ini, seseorang lebih cenderung menyalahkan atau menuding pihak - pihak lain atas kekurangberuntungan yang dialami. Akhirnya, bukannya kondisi konstruktif yang diraih tetapi adalah sebaliknya yaitu destruktif.
Orang yang bertipe demikian, sampai kapanpun tidak akan bisa memperbaiki "performance" atau potensinya. Seyogianya, haruslah disadari bahwa apapun kondisi yang terjadi atau keadaan apapun yang berlaku, penyebabnya dan bukanlah orang lain. Tetapi adalah diri sendiri. Menyadari akan kerealitaan ini, sudah seyogianya kapan dan dimanapun berada, sikap hidup positif senantiasa dipertahankan. Caranya, tiadalain adalah dengan memiliki :
  1. STANDARD DIRI, mis. :
    1. Pekerjaan di hari ini, tidak akan dikerjakan untuk keesokan harinya. Atau pekerjaan hari ini, haruslah tuntas di hari ini juga.
    2. Apapun program kerja yang direncanakan, siapnya haruslah "on time".
    3. Tidak akan lari dari kenyataan dan senantiasa bertanggung jawab terhadap apapun yang telah dikerjakan atau didelegasikan.
    4. Senang menerima tantangan, pantang menyerah dan berkeyakinan diri yang mantap serta kokoh.
    5. Tidak akan tergoyahkan, baik dikala dicela maupun dipuji.
    6. Tidak diskriminasi dan berwawasan universal.
  2. KERJA KERAS. Yang dimaksud dengan kerja keras adalah kerja keras dalam batas - batas yang tegas dan jelas sehingga menghasilkan hasil yang optimal dan berkwalitas. "Do a little more each day than you think you possibly can" Lowell Thomas
3.CEKATAN. Apapun yang dikerjakan, baik kwantitas maupun kwalitasnya, haruslah senantiasa baik dan progresif. "Ability is what you're capable of doing. Motivation determines what you do. Attitude determines how well you do it" Lou Holtz
  1. EMOSI TERKONTROL. Baik dalam kondisi senang maupun susah, emosi terkontrol dengan baik sehingga apapun kebijaksanaan yang diterapkan, arahnya adalah konstruktif. Logikanya, emosi yang tidak terkontrol, dampaknya adalah destruktif. Karena disaat tersebut, yang paling dominan berperanan adalah hal - hal yang arahnya irrasional. "Emotion turning back on itself, and not leading on to thought or action, is the element of madness" John Sterling
  2. PANDANGAN OPTIMIS, misalnya :
    1. Where there is a will, there is a way
    2. While there is a life, there is a hope.
  3. Realitanya, pandangan yang optimis sangatlah signifikan kontribusi dalam pencapaian kesuksesan. Contoh kasus, jika si A optimis bahwa produknya akan mudah diserap oleh pasar maka kesuksesanlah buahnya. Tetapi jika sebaliknya maka sampai kapanpun juga, produknya akan tetap menumpuk di gudang. "An optimist sees an opportunity in every calamity; a pessimist sees a calamity in every opportunity" Winston Churchill
  4. MORAL BAIK, yang mencakupi :
    1. Tidak melakukan tindakan yang illegal, baik yang dibuat oleh pemerintah maupun yang berlaku pada adat istiadat setempat.
    2. Tindakan apapun yang diperbuat, tidak merugikan atau menyengsarakan orang lain.
    3. Apapun yang dilakukan, semuanya adalah legal, yang selain menguntungkan diri sendiri tetapi juga orang lain.
    4. Suka dan senang melakukan perbuatan perbuatan terpuji, misalnya : beramal.
    5. Ramah tamah, sopan dan jujur kepada siapapun juga.
"The personal life deeply lived always expands into truths beyond itself" Anais Nin
  1. BIJAKSANA, misalnya :
    1. Apapun yang dilakukan, dasarnya adalah netral dan adil serta tidak merugikan pihak yang manapun juga.
    2. Setiap tutur kata dan tindakan badan jasmani, arahnya adalah positif, yang tanpa adanya batasan batasan etnis, agama, suku dan lain sebagainya.
    3. Apapun yang dilakukan, dampaknya adalah positif, yang selalu memberikan ketenangan, keteduhan, kedamaian dan ketentraman.
    4. Mampu dan mau menerima apapun kerealitaan yang terjadi serta mengevaluasinya.
  2. TEPAT JANJI. Setiap ungkapan yang diutarakan, selalu ditepati. Baginya, yang namanya janji adalah hutang dan sudah seharusnya dilunasi.
| No comment yet

How Can I Keep Myself Motivated Long-term?

 

 


Motivation is a fire from within. If someone else tries to light that fire under you, chances are it will burn very briefly. STEPHEN R. COVEY.

Di setiap aktivitas yang akan diawali, motivasi sangat dibutuhkan karena selain akan meringankan beban yang dilalui, motivasi juga akan meningkatkan semangat untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Dengan adanya motivasi, juga akan menghilangkan kejenuhan, kerja yang monoton, kerja asal-asalan atau kerja karena terpaksa. Motivasi akan membuat seseorang benar-benar enjoy dengan pekerjaan yang dikerjakan. Kerja tidak lagi sebagai beban/kewajiban tetapi adalah merupakan hobi atau kesenangan sehingga hasil yang dicapai dari waktu ke waktu selain kualitasnya meningkat, kuantitasnya juga mengalami hal yang sama.

Agar setiap saat senantiasa termotivasi dengan pekerjaan, ada beberapa komponen yang harus Anda miliki, antara lain:

•VISION. Visi bisa juga dikatakan APA yang ingin dicapai di masa mendatang. Misalnya : dalam waktu 5 tahun, 10 tahun atau 15 tahun ke depan APA yang didambakan ? Tidaklah logis, jika dalam 5 / 10 / 15 tahun ke depan, kondisinya sama dengan yang sekarang.

Kalau sekarang, misalnya masih memiliki jabatan salesman maka 5 tahun ke depan, logikanya (* minimal) telah menjadi Sales Supervisor / Sales Manager. Demikian seterusnya.

Vision without a task is only a dream. A task without a vision is but drudgery. But vision with a task is a dream fulfilled. With vision there is no room to be frightened. No reason for intimidation. It's time to march forward ! Let's be confident and positive! - CHARLES R. SWINDOLL

•PLAN. Maksudnya, Annda sebaiknya memiliki sebuah perencanaan yang jelas dan akurat serta bekerja sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Tanpa adanya perencanaan, selain hasil yang dicapai tidak akan optimal, tetapi juga tidak tertutup kemungkinannya bahwa apa yang akan dikerjakan lebih cenderung mengalami kegagalan.

Having no plan is like sailing the seven seas without a compass, digging a ditch without a shovel, or hunting for pirate's treasure without an 'x' marks the spot. Without one, you're better off heading down to the horse races and betting on the 'Win Three.' A plan helps keep you on schedule, makes it easier to recognize success and failure, helps pump you up when things aren't going so well, and most importantly, provides an essential focus - a beacon of light in an ocean full of treachery. In fact, a plan not only acts as your road map for success (a metaphor that's been beaten to death), it is your vehicle for prosperity, or if you prefer, your own personal prescription for greatness. PETER J. PATSULA

•SPIRIT. Apapun yang akan dikerjakan, awali dengan semangat. Logikanya, semakin semangat yang dikerjakan maka akan semakin ringan bebannya. Semakin ringan bebannya maka maka akan semakin banyak yang dihasilkan. Hasil yang diharapkan, bukan saja kuantitasnya meningkat tetapi juga diiringi dengan kualitas.

Nothing has any power if you're not afraid of it. You need to know your own truth. You aren't what you think you are. RICHARD SCHWARTZ


•HARD WORK. Pada hakekatnya, tidak ada orang yang bodoh. Yang ada itu, adalah orang yang malas. Kemalasan adalah salah satu faktor yang menyebabkan / menghalangi keberhasilan diri seseorang. Alih-alih malas, hendaknya senantiasa kerja keras karena semakin banyak yang dikerjakan maka akan semakin banyak yang didapatkan (* pengalaman). Semakin banyak yang didapatkan maka akan semakin banyak pula peluang / kesempatan untuk meraih kesuksesan.

Keep your dreams alive. Understand to achieve anything requires faith and belief in yourself, vision, hard work, determination and dedication. Remember all things are possible for those who believe. GAIL DEVERS.

•LEARNING. Hidup adalah proses pembelajaran. Oleh karena itu, selalulah belajar. Jangan merasa sudah pintar, sudah berpengalaman atau sudah tua sehingga tidak perlu lagi belajar. Semakin banyak yang dipelajari maka akan semakin banyak diketahui. Semakin banyak yang diketahui maka akan semakin lempang jalan menuju kesuksesan.

Learning is a treasure that will follow its owner everywhere.CHINESE PROVERB


•IDEA. Jika ada ide-ide baru, segera diabadikan dalam agenda pribadi. Hari ini, mungkin saja tidak bisa bermanfaat atau tidak tepat momennya untuk diaplikasikan. Tetapi keesokan harinya / lusa, bisa saja ini adalah terobosan-terobosan yang sangat inovatif. Jangan disepelekan ide apapun yang timbul, segera catat agar tidak sampai terlupakan atau hilang sia-sia.

The only force that can overcome an idea and a faith is another and better idea and faith, positively and fearlessly upheld. Dorothy Thompson

Selamat berjuang dan semoga sukses selalu !
| No comment yet

To Be A Great Best Leader

 

 


If you wish to travel far and fast, travel light. Take off all your envies, jealousies, unforgiveness, selfishness, and fears. GLENN CLARKPemimpin yang sukses adalah pemimpin yang disegani / dihomati dan bukanlah pemimpin yang ditakuti. Pemimpin yang ditakuti, hanya akan mendapatkan rasa nunduk di depan dan nanduk di belakang. Untuk menjadi pemimpin yang disegani dan dihormati maka seorang pemimpin haruslah :
  1. PATIENCE & WISDOM :  Dalam segala hal, kesabaran dan kebijaksanan harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dia mampu memahami dan mengerti dengan baik MENGAPA seseorang bisa jadi demikian, yang dulunya tidak ? Melalui kesabaran dan kebijaksanaan, seorang pemimpin akan menemukan solusi - solusi yang konstruktif untuk memotivasi bawahannya agar senantiasa berada di jalur yang benar serta produktif melaksanakan pekerjaan - pekerjaan yang didelegasikan. "Success usually comes to those who are too busy to be looking for it" - HENRY DAVID THOREAU (1817-1862)
  2. BE A GOOD LISTENER : Seorang peminpin selain mampu mendelegasikan / mengarahkan / menginstruksikan bawahannya melaksanakan tugas seoptimal mungkin tetapi juga mampu menjadi pendengar yang baik. Sebagai pendengar yang baik, seorang pemimpin akan mendapatkan beraneka ragam informasi, baik untuk introspeksi diri maupun peningkatkan potensi bawahan. "I have often regretted my speech, never my silence." - XENOCRATES (396 - 314 B.C.)
  3. SOLVING PROBLEM : Seorang pemimpin haruslah senantiasa meningkatkan potensi diri dan tanggap terhadap lingkungan sekitarnya serta tidak gatek (* Gagap teknologi). Setiap permasalahan yang timbul, selain memberi kesempatan kepada bawahannya untuk memberikan solusi, dia juga telah menyediakan solusi yang bisa diterima dan dipahami oleh bawahannya.  Dalam hal ini, sifat otoriter dan pemaksaan kehendak TIDAK akan terjadi. "The significant problems we face cannot be solved at the same level of thinking we were at when we created them." - ALBERT EINSTEIN (1879 - 1955)
  4. RESPONSIBILITY : Disamping berani bertanggungjawab atas apapun yang terjadi, seorang pemimpin juga harus berani berkorban untuk bawahannya, baik dalam bentuk waktu, tenaga, materi maupun perasaan. Lari dari kenyataan atau menolak realita yang terjadi adalah salah satu penyebab gagalnya fungsi kepemimpinan. 
  5. FAIR : Penghargaan dan rasa hormat akan timbul jika seorang pemimpin senantiasa adil bertindak, yang tanpa adanya unsur - unsur diskriminasi, baik dari sisi ras, agama, aliran, gender maupun bahasa. Yang BENAR = BERHASIL diberi penghargaan dan SALAH = GAGAL diberi sanksi. "Talent does what it can; genius does what it must." - EDWARD GEORGE BULWER - LYTTON (1803 - 1873)
  6. GOOD SAMPLE : Karena akan selalu dijadikan contoh / panutan maka seorang pemimpin HARUS mampu  memberikan suri tauladan yang baik, baik dari sikap / prilaku, bahasa (* Tutur kata) dan penampilan. Pemimpin yang berhasil, umumnya adalah pemimpin yang memiliki moralitas yang terjaga, terbina dan terkontrol dengan baik. Segala hal yang bertentangan dengan moralitas, telah sirna dari kehidupannya. "Good people do not need laws to tell them to act responsibly, while bad people will find a way around the laws." - PLATO (427 - 347 B.C.)
  7. NEVER GIVE UP : Baik dalam keadaan berhasil maupun gagal, seorang pemimpin HARUS mampu menunjukkan bahwa dirinya penuh dengan vitalitas / semangat juang yang tanpa menyerah. Contoh motivasi yang baik ini, akan membuat segenap bawahan senantiasa semangat melaksanakan apapun yang didelegasikan. "I have not failed. I've just found 10,000 ways that won't work."  - THOMAS ALVA EDISON (1847 - 1931)
  8. LOW PROFILE : Walaupun memiliki otoritas dan wewenang yang penuh, seorang pemimpin hendaknya senantiasa rendah hati dan tidak sombong ibarat PADI YANG AKAN SEMAKIN MENUNDUK JIKA SEMAKIN BERISI. Seorang pemimpin sangat menyadari bahwa KESUKSESAN dan KEGAGALAN nya sangatlah ditentukan oleh kontribusi bawahannya. "Be nice to people on your way up because you meet them on your way down." - JIMMY DURANTE
  9. NOBODY IS PERFECT. Seorang pemimpin sangat menyadari akan keterbatasannya dan tidak akan segan atau malu meminta maaf jika salah. Kebesaran sifat kepemimpinan ini akan membuat siapapun kagum dan segan serta 100 % akan mau serta senang melaksanakan apapun yang diinstruksikan. "The true measure of a man is how he treats someone who can do him absolutely no good." - SAMUEL JOHNSON (1709 - 1784)
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bermakna bagi kehidupan semua orang.
| No comment yet

How To Run A New Business


"Do all the good you can, by all the means you can, in all the ways you can, in all the places you can, at all the times you can, to all the people you can, as long as ever you can" John Wesley
 
Apakah karir anda sudah stagnant dan tidak berkembang sesuai dengan yang diharapkan ? Apakah anda telah bosan menjadi karyawan ? Atau Apakah anda telah memiliki modal yang memadai dan ingin mencoba menjadi Boss bagi diri anda sendiri ? Jika jawabannya : YA. Coba direnungkan, dipelajari dan dianalisa pertanyaan - pertanyaan yang tertera dibawah ini.
  1. Bagaimana dengan prospek dan potensial usaha yang akan anda awali ? Usaha yang prospek dan potensial adalah usaha yang :
    1. Dibutuhkan oleh masyarakat.
    2. Pasar masih segar / belum jenuh.
    3. Pertumbuhan ekonomi cukup significan - buying power bagus.
    4. Pertumbuhan pasar juga significan
  2. Siapa competitor anda dan bagaimana menghadapinya ? Ini harus jelas diketahui (survey) agar strategi memposisikan produk, bisa tepat pada di level tertentu.
  3. Siapa target market dan bagaimana mencapainya ? Ini untuk mempermudah dalam hal penetapan harga dan juga promosi. Jika target market adalah kalangan ekonomi menengah ke atas maka pricing strategy yang diterapkan adalah tidak murah dan tidak mahal (reasonable price). Sedangkan ekonomi yang menengah ke bawah, pricing strategy yang diterapkan adalah harga relative murah / terjangkau dan kompetitif dengan produk yang sejenis. "Our goals can only be reached through a vehicle of a plan, in which we must fervently believe, and upon which we must vigorously act. There is no other route to success" Stephen A. Brennan
  4. Bagaimana birokrasi untuk mendapatkan izin usaha ? Jika birokrasi terlalu complicated, ini akan berdampak langsung pada peningkatan cost, yang mana pada akhirnya juga akan mempengaruhi dalam penentuan pricing strategy. Kemungkinan besar, harga tidak akan competitive dan reasonable.
  5. Familiar ngak nama usaha anda ? Nama usaha yang familiar adalah nama usaha yang mudah di - eja, di - ingat dan sudah memasyarakat. Jika namanya tidak familiar, bisa saja menimbulkan keragu - raguan / kebimbangan sehingga konsumen akan menjadikannya sebagai pilihan kedua.
  6. Berapa banyak investasi yang dibutuhkan dan telah tersedia atau belum ? Dampak dari ketersediaan dana investasi ini, harus benar - benar di analisa dan di eveluasi dengan serius agar tidak sampai terjadi, kalah berperang dipertengahan jalan.
  7. Dimana kantor dan tempat usaha ? Apakah tempatnya cukup strategy mudah dihubungi dan juga delivery ?
  8. Telah siapkah dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan ? Untuk kelancaran dan efisiensi, sarana dan prasarana yang tersedia haruslah yang prima.
  9. Apakah usaha anda telah diasuransikan ? Ini diperlukan untuk menghindari terjadinya hal - hal yang diluar dari prediksi.
  10. Apakah supplier / distributor telah siapa men support anda ? Tanpa adanya support dari mereka - mereka (supplier / distributor) ini, apapun program / planning yang telah dibuat, tidak akan bisa terlaksana dengan baik.
  11. Bagaimana dengan sistem menejemennya ? Apapun bentuk dari organisasi, menejemen harus benar - benar ditegakkan. Prinsip dasar The Right Man On The Right Place, harus benar - benar diterapkan. "Management means, in the last analysis, the substitution of thought for brawn and muscle, of knowledge for folkways and superstition, and of cooperation for force. It means the substitution of responsibility for obedience to rank, and of authority of performance for the authority of rank" Peter Drucker
  12. Bagaimana dengan sistim pemasaran "product, price, place dan promotion" ? Ini semuanya, harus dilaksanakan seprofessional mungkin.
Jika anda telah memiliki jawaban - jawabannya, berarti anda telah bisa mengawali usaha anda sendiri.
| No comment yet

8 Steps To Satisfy Customer

 

 


"A building can be designed to satisfy "by the month" with the regularity of a provider. Or it can give satisfaction in a very different way, "by the moment," the fraction of a second, with the thrill of a lover." Richard Neutra
Konsumen adalah raja. Itu adalah slogan yang sering diutarakan oleh para Businessman. Karena diposisikan sebagai raja maka :
  1. Wujud service yang diberikan, haruslah yang terbaik dan semaksimal mungkin di daya upayakan agar kekecewaan tidak sampai terjadi.
  2. Semua keluhan harus ditanggapi dengan perhatian penuh dan bijaksana. Selagi konsumen masih mau mengeluh, itu merupakan salah satu indikator bahwa konsumen masih :
    1. Ragu - ragu / tidak puas terhadap produk.
    2. Butuh informasi yang lebih detail
"If I discover within myself a desire which no experience in this world can satisfy, the most probable explanation is that I was made for another world". C.S. Lewis.
Jika keluhan ditanggapi dengan penuh perhatian, serius dan bijaksana maka konsumen tidak akan beralih ke produk pesaing, alias tetap menjadi konsumen yang loyal. Hasil survey terhadap 26 Konsumen yang kecewa, hanya 1 Konsumen yang menyampaikan keluhan (25 % beralih ke produk competitor karena keluhan tidak tertangani dengan baik). 56 % keluhan yang tertangani dengan baik (memuaskan konsumen), membuat Konsumen menjadi semakin loyal. Adapun faktor - faktor yang mendasari "why" Konsumen enggan / tidak mau menyampaikan keluhannya adalah
  1. Kebanyakan tidak ditanggapi dengan serius.
  2. Kebanyakan tidak ada manfaatnya karena tidak ada tindakan nyata.
  3. Kebanyakan tidak tahu harus disampaikan kepada siapa.
  4. Kebanyakan merasa malu menyampaikannya.
"The primary use of conversation is to satisfy the impulse to talk". George Santayana Di era yang serba kompetitif ini jika ingin survive dan progress, selain kwalitas produk nomor 1 (satu), service juga "harus" yang terbaik. Konsumen akan bisa memaklumi kekurangan produk jika mendapatkan service yang terbaik. Tetapi Konsumen akan segera beralih ke produk competitor jika mengalami ketidakpuasan atas service yang diterima.Adapun cara efektif untuk memuaskan Konsumen jika mengeluh adalah
  1. SMILE & SHAKE HAND. Smile, it's the second best thing one can do with one's lips. Secara psikologis (sesaat), senyuman akan mampu menyirnakan keluhan, ketidakpuasan atau kekecewaan.
  2. GIVE BUSINESS CARD. Sebelum diminta, segera berikan kartu nama dan salam yang hangat dengan langsung menatapi mata Konsumen. Katakan bahwa bisa melayani Konsumen adalah suatu kebahagiaan tersendiri. "Sinful and forbidden pleasures are like poisoned bread; they may satisfy appetite for the moment, but there is death in them at the end". Tryon Edwards
  3. OFFER ASSISTANCE. You keep customers by delivering on your promises, fulfilling your commitments and continually investing in the quality of your relationships. Brian Tracy. Jangan sekali - kali menawari hal - hal yang diluar dari kapasitas / tidak sesuai dengan policy perusahaan, yang mana akhirnya tidak bisa dipenuhi. Ini akan berdampak sangat jelek sekali bagi image perusahaan.
  4. HEAR WITH EMPATHY. If your job is customer satisfaction, your real job title is Problem - Solver. Brian Tracy. Apakah keluhan tersebut benar atau salah, itu adalah nomor 2 (dua). Yang terpenting adalah didengar semuanya dengan penuh perhatian dan empati.
  5. REGRET FOR THE INCONVENIENCE. Minta maaf atas ketidaknyaman. Offer your customer a long term relationships, then do everything possible to build and maintain it. Brian Tracy. Pertama - tama, tidak ada ruginya mengutarakan kata "maaf", baik dikala benar atau salah. Jika benar, beri pengertian agar Konsumen bisa memahaminya. Jika salah, segera ralat dengan sopan dan santun (diplomasi).
  6. TAKE ACTION & FIND OUT THE SOLUTION. Everyone is in the business of customer satisfaction. Who are your customers and how are they doing ? Brian Tracy. Jika pokok permasalahannya diketahui, ambil segera tindakan yang nyata. Jika dimungkinkan, langsung diadakan dihadapan Konsumen.
  7. IDENTIFY THE CUSTOMER. Express your admiration for the traits, possessions or accomplishments of your customer. Little things mean a lot. Brian Tracy. Tujuannya adalah untuk mengulangi kembali kata "maaf" dan berjanji bahwa hal ini tidak akan terjadi lagi. Jika dimungkinkan, beri souvenir sebagai kenang - kenangan.
THANKS FOR THE COMPLAIN. Attitude and personality are as important as experienced and ability. Choose wisely. Brian Tracy. Katakan bahwa tanpa adanya keluhan, maka kelemahan tidak akan bisa diketahui / diperbaiki.
 
| No comment yet

Cara Mudah Membuat Customer Terpesona

 

 

 

Pernah dengar kata Moment of truth? Moment of truth adalah detik-detik saat anda dan bisnis anda bersentuhan dengan customer anda.Dimana Anda bisa memberikan impresi (kesan) yang hebat kepada customer Anda sehingga customer mendatangi kita bukan kita yang mendatangi customer.

Saya ibaratkan customer seperti lebah. Ada dua cara menangkap lebah. Cara pertama, anda datang ke taman, cari lebah, kejar dia lalu tangkap. Apa yang terjadi ketika Anda mengejar lebah? Dia kabur. Kalau dia kabur biasanya dia akan beritahu teman-teman lebah lainnya. Cara kedua menangkap lebah adalah, pelihara taman bunga, rawat bunganya, pilih bunga yang cantik, tamannya di perindah dan dirawat dengan baik. Lebah dengan senang hati akan berkunjung dan menikmati keindahan bunga ini dengan sendirinya.

Pertanyaannya adalah, apakah anda memelihara lingkungan perusahaan anda sepertibunga agar terlihat cantik dan menarik di tempat Anda? Apakah team anda mempercantik diri dengan perilaku dan budi pekerti yang disukai oleh customer anda? Mana yang dipilih oleh customer, membeli mobil dari Abdullah atau membeli mobil dari penjual yang wajahnya mirip Tamara?

Itulah sebabnya mengapa iklan menggunakan artis cantik, tidak orang biasa yang mungkin bayarannya lebih murah. Ada guyonan yang menarik "Kenapa iklan sabun Lux pakai artis Deasy Ratna Sari?" Kenapa bukan Tessy. Padahal kalau digosok ke badan Deasy atau Tessy sabunnya sama-sama berbusa. Kalau team bisa menjual diri, customer akan datang ke kita bukan kita yang datang ke customer. Itu adalah moment of truth.

Business owners, entrepreneurs dan pembaca yang budiman, Apakah Anda mempercantik batin, hati dan pikiran atau hanya mempercantik penampilan fisik saja? Apakah customer anda sedang menarik perhatian customer atau membuat customer lari ketakutan?